Tanggal 14 Mei 2020, telah dilakukan Ujicoba Aplikasi E-Coklit KPU Makassar yang dilaksanakan serentak di 12 Kab/ kota yang berpilkada se-Sulawesi Selatan. Ujicoba tersebut mengambil sampel masing-masing 2 TPS di 12 Kab/kota yang akan berpilkada sehingga total TPS yang disampling adalah 24 TPS. Total Jumlah pemilih di 24 TPS tersebut sesuai formulir model A-KWK adalah 9.678 orang. Jumlah total pemilih yang berhasil di data pada proses pencoklitan kemarin adalah 2.357 orang, atau sekitar 24% dari jumlah total Pemilih di 24 TPS tersebut.

Kami menilai bahwa pencapaian angka 24% data pemilih yang berhasil tercoklit dari total Pemilih di TPS yang dijadikan sampel tersebut dengan estimasi waktu hanya sekitar 3-5 jam adalah sebuah hal yang melahirkan rasa optimis terhadap efektivitas aplikasi E-Coklit yang dikembangkan KPU Makassar ini. Bandingkan dengan kegiatan coklit manual yang membutuhkan waktu sekitar satu bulan dan pengimputannya sering tidak sampai 100%. Dengan adanya aplikasi E-Coklit ini kegiatan pencocokan dan penelitian data pemilih bisa sangat menghemat waktu.

Hal yang kami garis bawahi juga dari ujicoba Aplikasi E-Coklit adalah kemudahan menggunakn aplikasi dan kemampuan adapatasi yang cepat dari sebagian besar petugas PPDP dalam menggunakan aplikasi ini. Yang bertugas sebagai petugas PPDP pada kegiatan kemarin adalah anggota PPK yang walaupun statusnya sekarang masih non aktif tapi mereka bersukarela menjadi volunteer. Pada saat bertugas, mereka bisa dengan cepat menggunakan aplikasi E-Coklit, dan itu tanpa melalui proses Bimtek. Dengan coklit manual, petugas PPDP bisa dibimtek beberapa kali dan makan waktu 2-3 hari hanya untuk proses bimtek.

Keunggulan lain dari Aplikasi E-Coklit adalah alur pengimputan data yang lebih ringkas karena hasil uploadan petugas di lapangan langsung masuk ke server Sidalih KPU Makassar. Jadi alur data tidak lagi sepanjang coklit manual yaitu dari PPDP ke PPS, PPK, baru sampai ke KPU makassar. Aplikasi E-Coklit juga bisa menjdi control untuk memantau pergerakan petugas PPDP di lapangan karena sistemnya yang seperti GPS sehingga proses pemutahiran data pemilih diharapkan bisa lebih akurat.

Beberapa kendala yang masih dijumpai dalam ujicoba kemarin adalah masih terdapatnya petugas PPDP yg gagap menggunakan aplikasi ini, tapi hal tersebut wajar terjadi karena mereka tidak pernah dibimtek terlebih dahulu. Tapi kendala tersebut bisa diatasi dengan melakukan proses bimtek ke petugas PPDP sebelum mereka turun lapangan. yang menjdi kendala juga adalah jenis smartphone yang harus dimiliki oleh PPDP adalah smartphone dengan spesifikasi minimal android 5, dengan memori Ram minimal 3 giga dan space penyimpanan minimal 1 giga sehingga PPDP yang direkrut tidak boleh gaptek. Kendala lain yang ditemukan adalah masih terdapatnya daerah yang tidak memiliki sinyal. akan tetapi hal ini bisa ditaktisi dengan penginputan offline yg dimiliki aplikasi ini. Jadi petugas PPDP menguplod manual dulu dan nanti mengirim ke server ketika sudah dapat sinyal.

Dengan Beberapa catatan tersebut kami optimis Aplikasi E-Coklit yang dikembangkan KPU Makassar bisa menjadi jawaban bagi proses pemuktahiran data pemilih yang lebih cepat dan akurat.